Parlemen Uni Eropa Paksa Sangsi Petinggi China Masalah Uighur

Parlemen Uni Eropa Paksa Sangsi Petinggi China Masalah Uighur

January 9, 2020 0 By admin

Parlemen Uni Eropa mengatakan beberapa negara anggotanya menjatuhkan sangsi pada petinggi China berkaitan sangkaan persekusi serta diskriminasi yang dikerjakan Beijing pada etnis minoritas Uighur di Xinjiang, Parlemen Uni Eropa memandang beberapa alat serta langkah yang dikerjakan blok itu selama ini tidak punya pengaruh pada poker online perbaikan catatan hak asasi manusia China. Instansi legislatif Uni Eropa itu serta memandang rekor HAM China semakin lebih buruk dalam satu tahun paling akhir.

Parlemen Uni Eropa mengatakan Dewan Uni Eropa untuk mengambil rangkaian sangsi serta pembekuan aset-aset, bila dipandang pas serta efisien, pada petinggi China yang bertanggungjawab atas sikap represi pada hak-hak fundamen warga di Xinjiang,” bunyi pengakuan parlemen itu pada Jumat (20/12). Diluar itu, Parlemen Uni Eropa menekan pemerintah China selekasnya akhiri “praktik penahanan sewenang-wenang” pada etnis Uighur.

[Parlemen Eropa] menekan China selekasnya serta tanpa ada ketentuan melepaskan kebanyakan orang yang ditahan, terhitung juara Penghargaan Sakharov tahun ini, Ilham Tohti,” tutur Parlemen Uni Eropa seperti diambil AFP. Etnis Uighur kembali jadi perhatian dunia sesudah China disangka meredam seputar satu juta etnis minoritas Muslim itu di beberapa penampungan seperti kamp konsentrasi di Xinjiang.

Baca juga : YouTuber Gunakan Camera Satu Ini Supaya Kulit Terlihat Halus

Beijing awalannya menyanggah kehadiran kamp-kamp itu tetapi pada akhirnya akui jika penampungan itu adalah “pusat training kejuruan” untuk mendayakan masyarakat Uighur serta minoritas Muslim yang lain di Xinjiang. China memandang kamp-kamp itu jadi sisi dari kebijaksanaan anti-teror serta deradikalisasi untuk jaga Xinjiang dari tindakan terorisme yang sempat berlangsung beberapa waktu kemarin.

Terakhir, rumor Uighur kembali ramai dibahas sesudah dokumen China yang bocor ke media ungkap langkah pemerintahan Presiden Xi Jinping menindas etnis Uighur dengan beberapa kebijaksanaan diskriminatif serta represif. Di Indonesia sendiri etnis Uighur kembali ramai dibahas sesudah laporan the Wall Street Journal menunjuk China coba membujuk beberapa organisasi Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama serta Muhammadiyah dengan pertolongan keuangan dan lawatan gratis ke Xinjiang supaya tidak mengomentari kebijaksanaan Beijing di daerah itu.