Musuh Kebijaksanaan AS, UE Disuruh Mengaku Kedaulatan Palestina

Musuh Kebijaksanaan AS, UE Disuruh Mengaku Kedaulatan Palestina

November 26, 2019 0 By admin

Uni Eropa (UE) disuruh untuk selekasnya mengaku kedaulatan Palestina, jadi tanggapan atas pergantian kebijaksanaan Amerika Serikat (AS) berkaitan permukiman ilegal Israel. Keinginan itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Luksemburg, Jean Asselborn. Dalam satu interviu dengan media massa Der Tagesspiegel, Asselborn merekomendasikan jika UE harus mengaku Palestina jadi negara untuk tunjukkan oposisi pada pergantian kebijaksanaan pemerintah AS pada permukiman Israel di Pinggir Barat.

“UE harus membuat debat mengenai apa akan patut buat semua negara UE untuk mengaku Palestina jadi satu negara. Ini paling tidak dapat membuat keseimbangan pada kebijaksanaan Trump,” kata Asselborn saat interviu itu, seperti dikutip Sputnik pada Senin (25/11/2019). Ia mencatat jika akan susah untuk memberi pernyataan pada Palestina jadi negara yang berdaulat pada tingkat nasional di semasing negara, khususnya di Jerman, Prancis, Belgia, Belanda, Spanyol serta Luksemburg.

Tapi dalam kerangka ide Eropa, ini kemungkinan besar untuk diperhitungkan. Pernyataan Palestina oleh semua UE bisa menjadi signal – Palestina memerlukan tanah air, mereka memerlukan negara sekitar Israel,” tegasnya. Berkaitan pergantian kebijaksanaan AS, awalnya tidak kurang dari 107 anggota Kongres, semua dari Partai Demokrat, mencela Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo atas pernyatannya jika sekarang Washington mengaku permukiman ilegal Israel di Pinggir Barat.

Baca juga : Ayu Ting Ting Perban Kaki Kiri, Apa Alasannya?

Surat itu di tandatangani oleh anggota Yahudi, Kristen, serta Muslim, terhitung beberapa yang dengan terus terang-terang melawan kekerasan Israel pada masyarakat sipil Palestina, seperti Ilhan Omar, Rashida Tlaib, Betty McCollum serta Alexandria Ocasio-Cortez. Surat itu mengingatkan jika aksi administrasi Donald Trump serta deklarasi Pompeo mengenai pemukiman akan merusak prospek untuk jalan keluar dua negara. “Ini ke arah perselisihan yang lebih mengakar serta mungkin lebih mematikan serta ketetapan ini mengurangi keamanan Israel serta AS,” bunyi surat itu.

Setebal delapan halaman, surat itu tidak memperjelas kehancuran Pompeo serta Trump sudah dibawa ke proses perdamaian Israel-Palestina, dengan fakta jika dengan meremehkan hukum internasional dalam soal ini, pemerintahan Trump mengakibatkan kerusakan hukum internasional untuk hak asasi manusia serta mengakibatkan kerusakan Posisi kepribadian Amerika.