Inggris Optimistis, Ekonomi Masih Tumbuh Saat Brexit

Inggris Optimistis, Ekonomi Masih Tumbuh Saat Brexit

February 1, 2020 0 By admin

Ini hari, Jumat (31/1) Inggris sah berpisah dengan Uni Eropa. Duta Besar Inggris untuk Indonesia serta Timor Leste Owen Jenkins yakin, perekonomian negaranya akan tumbuh walau telah “cerai” dari Uni Eropa. “Kita yakin jika ekonomi Inggris selalu berkembang dan tumbuh sesudah kita tinggalkan Uni Eropa,” tutur Owen di Kantor Kedutaan Inggris, Jakarta, Jumat (31/). Hal itu bukan tanpa ada fakta. Owen menerangkan ini karena Inggris tempati rangking salah satunya tempat paling baik untuk lakukan usaha serta adalah ekonomi paling besar ke-6 di dunia. Sambungnya, Inggris adalah arah nomor satu investasi di Eropa.

Serta dia mengklaim, tingkat investasi ke bidang tehnologi di negaranya, sekarang lebih baik dibanding dengan negara adidaya tehnologi seperti Amerika Serikat serta China. “Apalagi London mempunyai makin banyak perusahaan start-up tehnologi dibanding kota lain. Jadi, kami percaya akan potensi kami untuk ambil urutan baru kami jadi negara yang mandiri di dunia,” katanya. Lantas bagaimana efek jalinan ekonomi dengan Indonesia saat Brexit (British exit) ini? Owen juga optimistis jika jalinan ekonomi dengan Indonesia akan bertumbuh secara baik pada saat peralihan dalam 11 bulan ke depan serta pada saat mendatang. Menurut dia, selama ini belum ada perkembangan kesepakatan perdagangan saat Brexit itu.

Inggris serta Indonesia telah melakukan bisnis dengan kriteria WTO. Jadi jalinan perdagangan kami masih sama. Kami sudah tanda-tangani kesepakatan yang seperti dengan kesepakatan UE mengenai kayu legal, untuk jamin kelangsungan, serta kami sudah mengeluarkan Pantauan Perdagangan Bersama dengan, untuk cari tahu dimana kesempatan hari esok kita ada. Brexit akan lihat Inggris berupaya untuk menguatkan kemitraan kami, membuat dasar kuat kami di penjuru dunia – yang cuma dapat jadi hal yang baik untuk Indonesia,” tuturnya.

Disamping itu, berkaitan kebijaksanaan sawit (crude palm oil) Indonesia yang sejauh ini memperoleh kampanye bikin rugi dari Uni Eropa, Owen menjelaskan jika saat melalui waktu peralihan Brexit ini, ada peluang faksinya akan membahas kerja sama dalam perdagangan sawit dengan Indonesia. “Setelah kami seluruhnya keluar dari Uni Eropa, kami akan membahas kembali hal itu (persetujuan perdagangan sawit). Kami ketahui, begitu utamanya perdagangan sawit untuk Indonesia,” katanya.

Tidak hanya di bagian ekonomi, menurut Owen Indonesia dapat juga ambil keuntungan lain saat Brexit ini. Pemerintah Inggris, kata Owen telah ambil langkah strategis jadi negara yang makin terbuka buat penjuru dunia. Dia memberikan contoh, jika mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang tempuh pendidikan di Inggris, dapat tinggal serta kerja di Inggris sepanjang dua tahun lamanya sesudah lulus, walau sebenarnya awalnya cuma dibolehkan tinggal serta kerja di Inggris dalam tempo beberapa waktu saja.

Kita ingin makin banyak pelajar atau mahasiswa/mahasiswi Indonesia hadir serta ambil keuntungan dengan belajar di Kampus kelas dunia yang berada di Inggris. Kita ingin menguatkan perdagangan, investasi, serta jalinan politik serta jalinan kerja sama yang lain dengan Indonesia. Kita lihat semua kekuatan itu ada, serta saya tidak sabar untuk ambil peluang itu,” tuturnya.

Baca juga : Tidak Sesuai Dengan Harapan Pemainnya, Game World of Dragon Nest Dibanjiri Rating Jelek

Selain itu, pengamat ekonomi CORE Indonesia, Moh Faisal, menjelaskan dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa ini tidak punya pengaruh terutamanya pada perekonomian Indonesia. Masalahnya perekonomian Indonesia makin banyak dikuasai oleh beberapa negara seperti China, Asia Timur, ASEAN serta Amerika Serikat. Walau demikian, Indonesia tetap harus siaga bagaimana perekonomian Britania Raya itu saat keluar dari Uni Eropa, sebab jika perekonomiannya alami perlambatan karena itu automatis export Indonesia ke Inggris atau Eropa bisa menjadi menyusut.

“Adapun efek yang dapat berlangsung jika selanjutnya jika aftermath dari Brexit buat Inggris serta Uni Eropa, jika aftermath-nya berefek misalnya slowing down perkembangan ekonomi Inggris, atau Eropa sesudah terlepas dari Inggris, itu bermakna efeknya pada urutan perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa serta Inggris. Jadi jika mereka alami slow down, kekuatan export kita ke Uni Eropa serta Inggris bermakna menyusut.Jadi, efeknya pada kapasitas export kita,” jelas Faisal pada VOA. Ditambahkannya, Indonesia dapat ambil keuntungan dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Beberapa kekuatan kebijaksanaan perdagangan yang sejauh ini susah dikerjakan dengan Uni Eropa, kemungkinan dapat bisa dikerjakan dengan Inggris pada saat depan.

“Mungkin ada bagian positifnya buat Indonesia. Misalnya ini, sejauh ini kan kita dengan Uni Eropa ada banyak persoalan perdagangan, terhitung kesusahan produk sawit serta turunannya untuk masuk ke pasar Uni Eropa, sebab ada sentimen kampanye negatif pada sawit yang dipandang tidak sesuai pelestarian lingkungan. Ini jika dengan lepasnya Inggris kan bermakna tidak harus taat pada persetujuan beberapa negara Uni Eropa untuk mem-banned sawit. Jadi ini berarti kita dengan Inggris dapat memiliki persetujuan baru ya mengenai sawit,” imbuhnya.

Awalnya, minggu ini ialah minggu bersejarah buat Britania Raya serta Uni Eropa, sebab ini hari, Jumat (31/1) jam 11 malam waktu Inggris, Larut malam di Brussel, atau jam 6 pagi hari Sabtu (1/2) Waktu Indonesia Sisi Barat, Pemerintah Inggris akan penuhi janji pada rakyatnya yang sudah lakukan pengambilan suara tiga tahun waktu lalu untuk tinggalkan Uni Eropa. “Meninggalkan Uni Eropa ialah peluang buat kami untuk memperlihatkan pengertian sebetulnya dari Global Britain. Global Britain bermakna pemerintah Inggris yang bervisi global, membina jalinan baru dengan Uni Eropa, serta jalinan yang lebih kuat dengan beberapa negara seperti Indonesia,” jelas Owen.