Indonesia Akan Tarik Bea Masuk Produk Susu, Ini Tanggapan Eropa

Indonesia Akan Tarik Bea Masuk Produk Susu, Ini Tanggapan Eropa

September 8, 2019 0 By admin

Uni Eropa ikut menyikapi pengakuan Pemerintah Indonesia yang meneror akan mengaplikasikan megabola99 bea masuk anti subsidi (BMAS) pada produk susu asal Benu Biru. Langkah ini didapati jadi balasan pada aplikasi bea masuk biodisel Indonesia. Head of the Economic and Trade Section Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia serta Brunei Darussalam, Raffaele Quarto mempersilahkan jika Indonesia lakukan balasan dengan menghalangi produk susu asal Eropa. Tetapi dengan tegas, katanya, cara barusan menyalahi ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

“Apa yang WTO tidak ijinkan, betul-betul dilarang oleh ketentuan WTO, ialah pembalasan, yang disebut apa yang dianjurkan dalam masalah produk susu ini,” tutur Quarto waktu didapati di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Quarto malah menanyakan fakta Indonesia lakukan aplikasi biaya anti subisidi yang diresmikan pada Eropa. Walau sebenarnya, Amerika Serikat Sendiri sudah mengaplikasikan biaya yang jauh tambah tinggi dibanding Eropa. Ia menerangkan besaran biaya yang diresmikan Uni Eropa pada biodiesel Indonesia sebesar 35 % sampai 65 %, bahkan juga bea masuk anti dumping sebesar 90 % sampai 277 % untuk satu perusahaan.

Baca juga : Perselisihan Minyak Sawit Tidak Pengaruhi Kerja sama Uni Eropa

“Saya tidak dengar terdapatnya permasalahan dengan Amerika Serikat berkaitan ini, walau sebenarnya dapat disebutkan Amerika Serikat sudah melarang biodiesel asal Indonesia untuk masuk ke pasar Amerika,” tutur ia. Mengenai, katanya aplikasi biaya sebesar 8 sampai 18 % pada produk biodiesel Indonesia didasarkan di hasil penyelidikan yang legal, hingga tidak menyalahi ketentuan WTO. Proses penyelidikan atas laporan asosiasi perusahaan biodiesel ditempat juga sesuai kesepakatan pemerintah Indonesia.

“(Biaya balasan) Bukan sekedar ilegal dari hukum perdagangan internasional, dan juga dengan ekonomis tidak memberikan keuntungan, serta malah bikin rugi untuk industri Indonesia yang memakai produk susu asal Eropa,” pungkas ia.