Dubes Uni Eropa Sangkal Larangan Import Sawit Dari Indonesia

Dubes Uni Eropa Sangkal Larangan Import Sawit Dari Indonesia

December 30, 2019 1 By admin

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Pike memperjelas tidak ada larangan import minyak kelapa sawit mentah (CPO) dari Indonesia ke Benua Biru. “Yang saya ingin klarifikasi ialah tidak ada yang namanya larangan untuk import CPO dari Indonesia. Export dari Indonesia benar-benar stabil,” tutur Pike seperti diambil dari Di antara, Kamis (12/12)). Berdasar data Uni Eropa, import CPO asal Indonesia relatif konstan. Sepanjang lima tahun paling akhir, rata-rata import CPO dari Indonesia sampai 3,6 ton atau 2,3 miliar euro per tahun.

Diluar itu, sebagian besar import CPO datang dari Indonesia dengan bagian 49 %. Pike mengaku, masalah minyak sawit jadi satu diantara rumor penting yang memengaruhi jalinan Uni Eropa serta Indonesia sepanjang dua tahun paling akhir. Vincent mengutamakan tidak ada larangan import CPO. Tetapi, Uni Eropa cuma jalankan kebijaksanaan daya berkepanjangan yang mengendalikan standard produk biofuel yang masuk ke Benua Biru. Ini searah dengan pemakaian daya terbarukan sebagai satu diantara target utama.

Baca juga : Dengan Mod Ini Kamu Dapat Bermain Jadi Ellie Di Resident Evil 2 Remake

“Kebijaksanaan itu berlaku untuk produk minyak sawit dari beberapa negara lain, tidak cuma Indonesia,” tuturnya. Berkaitan gagasan tuntutan pemerintah Indonesia pada Uni Eropa, Pike memandang butuh dikerjakan diskusi selanjutnya di antara faksinya serta negara produsen minyak sawit. Diskusi itu buat mengulas langkah produksi minyak kelapa sawit yang penuhi standard kebijaksanaan daya terbarukan.

Kami yakini proses diskusi bisa sampai konsensus di antara kami dengan Indonesia, Malaysia, serta negara lain produsen minyak sawit sebab arah kami selanjutnya sama, yang produksi minyak sawit dengan beberapa cara yang memberi dukungan keberlanjutan daya,” katanya. Jadi info, tahun ini, Uni Eropa mengaplikasikan Delegated Act Renewable Energy Directive (RED II), Uni Eropa mengklasifikasikan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) jadi komoditas yang tidak berkepanjangan serta beresiko tinggi. Imbasnya, Uni Eropa melarang import biofuel yang berbasiskan CPO. Atas kebijaksanaan itu, pemerintah Indonesia siap melayangkan tuntutan pada Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO).